![]() |
| Zeolit sebagai media pengolah air limbah |
Pengolahan air (water treatment) mengacu pada penghilangan kotoran (mikroorganisme, padatan tersuspensi atau zat terlarut) dari air minum, air limbah industri, bak mandi air panas, dan sejenisnya. Bahan granular seperti pasir sering digunakan untuk menyaring kotoran. Namun, penelitian menunjukkan bahwa zeolit yang sangat murni lebih unggul daripada media granular konvensional dalam hal kemampuan filtrasi dan penyerap alami dalam lingkungan berair. Saat ini, beberapa teknologi yang tersedia untuk mengendalikan pencemaran air: koagulasi, flotasi busa, filtrasi, pertukaran ion, pengolahan aerobik dan anaerobik, ekstraksi pelarut, elektrolisis, reduksi mikroba, dan lumpur aktif (Bhatnagar & Sillanpaa, 2010).
Namun sebagian besar metode ini memerlukan biaya yang besar sehingga dapat mencegah penerapannya dalam pengendalian polusi. Di antara semua teknologi pengolahan air yang tersedia, adsorpsi dianggap sebagai pilihan terbaik karena kenyamanan, kemudahan pengoperasian, dan kesederhanaan desain (Bhatnagar & Sillanpaa, 2010).
Zeolit adalah mineral yang diperhatikan oleh para ilmuwan karena sifat adsorpsinya yang unik; ia menyerap berbagai logam berat dan amonia, yang memungkinkannya menghilangkan berbagai macam polutan. Data laboratorium menunjukkan bahwa zeolit mengungguli media filtrasi konvensional, termasuk pasir dan antrasit, dalam kemampuan filtrasi dan penyerapannya. Hal ini disebabkan oleh luas permukaan zeolit, yang tujuh atau delapan kali lebih besar dibandingkan material granular lainnya. Misalnya, satu ons pasir kolam memiliki luas permukaan 1.000 kaki per kaki kubik, sedangkan zeolit dalam jumlah yang sama memiliki luas permukaan 9.700.000 kaki per kaki kubik.
Amonia (NH3) dan kation logam berat sering ditemukan di sumber air dan menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan yang serius. Penelitian telah menentukan bahwa zeolit alam bersifat selektif terhadap kation-kation ini, yang berarti bahwa ia akan menyerap dan mengikat kation-kation tersebut dalam struktur sarang lebah bahkan ketika terdapat kation-kation pesaing dalam jumlah yang lebih besar. Selain itu, zeolit sebagai saringan molekuler membentuk ikatan kuat dengan amonia dan logam berat (heavy metals) yang sulit diputus. Hal ini mencegah pencemaran lingkungan. (Mumpton, 1985)

0 Komentar